Reses Ketua DPRD Sulteng di Kelurahan Poboya: Dari Perpustakaan hingga Pelibatan Warga dalam Pengelolaan Tambang
PALU— Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, melaksanakan kegiatan reses di Nunumbuku, Kelurahan Poboya, Kota Palu, pada Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang curahan aspirasi warga yang antusias dan serius mengikuti agenda reses pimpinan DPRD Sulteng itu.

Reses yang merupakan agenda rutin DPRD setiap tiga bulan ini dipadati sekitar 700-an warga yang memadati tenda kegiatan. Berbagai persoalan strategis disampaikan masyarakat, mulai dari rencana pembangunan perpustakaan, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan aktivitas pertambangan di wilayah Poboya.
Arus Abdul Karim yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah mendengarkan langsung setiap aspirasi yang disampaikan warga. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan sarana penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Semua masukan dan keluhan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program pemerintah daerah,” tegas Arus di hadapan warga.




Dalam kegiatan tersebut, Arus didampingi Lurah Poboya, serta para tenaga ahli, masing-masing Arifin Sunusi dan Muzakir. Kehadiran unsur kelurahan dan tenaga ahli ini dinilai penting untuk memastikan aspirasi warga dapat dikawal secara teknis dan berkelanjutan.
Terkait isu pertambangan, warga berharap adanya keterlibatan yang lebih adil dan transparan bagi masyarakat sekitar, baik dalam aspek pengelolaan, pengawasan, maupun manfaat ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sulteng menyatakan komitmennya untuk mendorong regulasi dan pengawasan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan reses ini ditutup dengan dialog interaktif dan harapan besar warga Poboya agar aspirasi yang telah disampaikan dapat benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
- Humas DPRD Sulteng




