Anggota DPRD Provinsi Sulteng Musliman, Turun Reses Siap Serap Aspirasi Masyarakat
SIGI,— Anggota DPRD Komisi III Provinsi Sulawesi Tengah, Ir.H. Musliman,MM turun langsung menemui warga dalam kegiatan reses Masa Persidangan II di Desa Balaroa Pewunu, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penjaringan aspirasi masyarakat dalam periode keanggotaan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah 2024–2029.
Usai Kegiatan saat ditemui Musliman menjelaskan pada media ini sejumlah program yang telah direalisasikan dari hasil reses tahun sebelumnya, sekaligus rencana pembangunan yang akan diperjuangkan ke depan.
Menurutnya, pada reses tahun lalu, sejumlah usulan warga sudah ditindaklanjuti meski anggaran yang tersedia masih terbatas melalui APBD Perubahan (ABT) dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.
“Anggarannya memang tidak terlalu besar, tapi kita tetap prioritaskan program yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Beberapa program yang telah terealisasi di antaranya pengadaan 70 ekor sapi yang disalurkan ke wilayah Donggala dan Sigi. Selain itu, bantuan alat usaha perasmanan juga diberikan kepada kelompok ibu-ibu, termasuk RT dan RW di Donggala, untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Di Kalukubula, bantuan motor pengangkut sampah telah disalurkan untuk membantu pengumpulan sampah dari rumah warga ke tempat pembuangan sementara (TPS).
Tak hanya itu, bantuan ternak
kambing juga diberikan kepada dua kelompok masyarakat, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang dengan total 40 ekor kambing.
Di bidang keagamaan dan pendidikan, Muslimiman juga menyalurkan bantuan untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Baku-Bakulu.
Sementara di sektor infrastruktur, pembangunan drainase sepanjang lebih dari 500 meter di Desa MPanau, Kecamatan Biromaru, telah rampung dikerjakan.
Musliman juga menyebutkan bahwa perbaikan jembatan desa Bale kab Donggala telah selesai, bukan melalui dana pokok pikiran (pokir), melainkan hasil koordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah.
“Semua yang kita lakukan ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
Untuk tahun 2026, Musliman menyebutkan pihaknya telah mendorong program pembangunan dengan skema multi-years, khususnya perbaikan jalan penghubung Tulo–Simoro yang membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun.
Selain itu, pembangunan jembatan di wilayah Wombo,hingga pembukaan akses jalan Watatu sampai Ngofi juga masuk dalam daftar prioritas yang terus diperjuangkan.
Menurutnya, pembukaan akses jalan Watatu hingga Ngofii sangat penting karena dapat mengalihkan jalur distribusi hasil perkebunan yang selama ini lebih banyak melewati Sulawesi Barat, karena terdapat sekitar 10 kilometer ruas jalan yang tertutup akibat longsor.
“Kalau jalannya terbuka, distribusi bisa lewat Sulawesi Tengah. Dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga peningkatan retribusi daerah,” jelasnya.
Ia juga menyinggung rencana perbaikan jalan BaleSang tanjung yang selama ini belum tersentuh pembangunan meski sudah berganti beberapa periode kepemimpinan daerah.
Musliman menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang untuk memastikan aspirasi warga benar-benar diperjuangkan.
“Insya Allah, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kita dorong, sesuai kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya.
- Humas DPRD Sulteng




